Alecia Lee

Another character that I like the most (as my third alter ego).
(Visual: Eleanor Lee / 李凱馨 / Lǐ Kǎi Xīn)

eleanorleex_BXwzFoSg5ix

Alecia Lee

(아레샤이)

Ale • Lee Ahri (이아리) • January 1, 1996 • Department of Computer Science ’14

She is Canadian. Lahir di Vancouver, Kanada pada 1 Januari 1996. Tumbuh besar di kota tersebut hingga usia delapan belas tahun, sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Seoul, Korea Selatan untuk melanjutkan kuliah di sana. Kecerdasan dan kemahirannya menggunakan perangkat lunak komputer, membawa Ale dapat masuk ke Department of Computer Science dengan memeroleh beasiswa.

Dua bersaudara, dengan Mark Lee (Lee Minhyung) sebagai adik bungsunya. Hubungan keduanya tergolong unik karena Mark suka sekali memanggil Ale dengan sebutan ‘The Witch’ atau ‘Nenek Sihir’. Bukan tanpa alasan mengapa Mark memanggilnya demikian, hal itu karena Ale suka sekali menjahili adik laki-lakinya itu kapan dan di mana pun mereka berada—tanpa peduli situasi dan kondisinya. Makanya, saat usia masuk SMA, Mark memilih kabur ke Seoul. Tapi, Ale masih saja mengekorinya sampai ke kota kelahiran ayah mereka tersebut.

Sejak kepindahannya ke Seoul, Ale berteman dengan Lee Sangyeon. Pemuda yang ditemuinya semasa OSPEK mahasiswa baru berlangsung. Sikap Ale yang suka sekali berbuat jahil, membuatnya tidak memiliki banyak teman. Karena itulah, meskipun menjadi sasaran kejahilan Ale yang selanjutnya (setelah Mark), Sangyeon merasa oke-oke saja berteman dengan Ale. Mereka mulai menjalin persahabatan yang seru—dengan kadang-kadang bermain basket bersama.

Good habits: meski sangat jahil, Ale merupakan seorang gadis yang sangat mandiri dan penuh percaya diri. Ia beranggapan bahwa ia harus tampil kuat agar orang-orang tidak bisa meremehkannya. Ale juga merupakan seseorang yang perfeksionis, segala hal yang dilakukannya selalu terencana dengan baik.

Bad habits: sikapnya yang perfeksionis itulah yang kerap menjadikan Ale sosok keras kepala. Jika sudah memiliki keinginan, ia harus dapat mencapai keinginan itu dengan usahanya sendiri. Saat orang lain tampak turut campur, ia tidak segan-segan untuk memberinya peringatan keras.

Hobbies: gadis yang memiliki wajah cantik dan cukup cute ini sangat jago bela diri. Sejak kecil, ia berlatih bela diri judo dan mempunyai beberapa medali dari turnamen-turnamen yang diikutinya. Namun, pada usia empat belas tahun, Ale terpaksa harus berhenti dari hobinya itu lantaran kakinya cidera. Saat ini, hobi utamanya adalah menjahili Mark dan Sangyeon.

Favorite food and drink: Ale suka sekali dengan poutine—makanan khas Kanada yang terbuat dari kentang goreng, ditaburi irisan keju kecil-kecil, dan disiram dengan saus khas berwarna cokelat kental—dan juga sea food (terutama kepiting). Untuk minuman, ia paling menyukai cola atau minuman yang mengandung soda lainnya.

Ale dikenal sebagai makhluk pagi. Tidur selarut apapun, ia akan selalu bangun pagi (pukul lima atau terkadang bahkan empat subuh). Kebiasaannya setelah bangun pagi adalah melakukan jogging. Meskipun kakinya sempat cidera, tapi olahraga itu tidak pernah membuat cideranya bertambah buruk.

Belakangan, rutinitas paginya itu diganggu oleh pemuda yang dulu bertetangga dengannya di Vancouver. Kini, saat sudah berada di Seoul, pemuda itu masih saja merusuhinya dengan lagi-lagi menempati rumah di sebelahnya. Awalnya, Ale benar-benar kesal mendapati kenyataan itu (lantaran kedua orang tua mereka berteman baik, jadilah mereka memutuskan untuk bertetangga lagi). Tapi, lama-lama Ale menikmati kebersamaannya dengan Kevin Moon—pemuda itu—setelah si pemuda memutuskan untuk melepas kacamata culunnya. Kevin terlihat cukup tampan tanpa kacamata.

Tanpa Ale duga, Kevin rupanya menyukai Ale sejak mereka bertetangga di Vancouver. Berulangkali Kevin berusaha menyatakan perasaannya, namun selalu ditolak oleh Ale dengan alasan bahwa ia tidak menyukai dan tidak mau pacaran dengan laki-laki yang lebih muda darinya karena mereka selalu bersikap kekanakan dan akan sulit menjadi dewasa. Tapi, Kevin belum menyerah begitu saja dengan keputusan Ale. Ia membuktikan bahwa pedapat Ale itu salah. Pada akhirnya, mereka pun berkencan saat Ale berada di semester tujuh perkuliahannya.

Advertisements